tapi untungnya waktu itu untuk menelepon teman saya. Saya tidak berharap untuk mendapatkan kesempatan semulus itu. Bokeb gila pikir muncul kembali, mulut putri tertua jika saya tidak salah baru menikah, suami pekerjaannya di provinsi lain. Aku tersenyum puas. Sesaat aku pikir semuanya akan gagal karena aku lupa, pasti pagar terkunci, tapi itu terbuka, aku sedikit sorak. Aku tersenyum puas. kemudian ibu Faida masuk ke dalam ruangan, aku berteriak lagi dan lagi, suaminya tidak ada di sana. Sesaat aku pikir semuanya akan gagal karena aku lupa, pasti pagar terkunci, tapi itu terbuka, aku sedikit sorak. kuarahkan akhirnya sepeda saya menuju ibu rumah Faida.Saya beruntung karena beberapa waktu lalu tidak pernah ke daerah itu, untuk mengetahui bahwa di belakang rumah ada sebuah taman tertutup balasan




















