Aku meresapi setiap jengkal usapan tanganku di dadanya. Bokep Ojol Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.————
Aku melirik jamku. Berulangkali.Aha, aku merasakan jariku seperti tersedot ke dalam. Tapi kepepet sih, harus cari upa (“cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. Semakin cepat. Tapi ngapain naik bis ya? Adduh, sakit.“Jangan keras-keras …,” aku berbisik sambil membelai rambutnya. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk.“Mas, mas, maaf …,” ada suara merdu rupanya. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Agak lama dia membukanya. Naik turun. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Dapat.Jelas, ini sutra. Kemudian dia berlanjut mengelus kontur penisku dengan jari telunjuk dan jempolnya yang tercetak jelas di dalam celanaku.




















