pasti belum, kalau tidur kamu kok kuat sekali!”, omelnya. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yang hanya dibalas dengan senyumannya. Bokep Mama Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. Di teras kamar aku melakukan stretching selama beberapa menit. “Kamu jangan macam-macam, Tok!”, ancamnya padaku yang lagi menikmati rokok.“Tampangnya sih oke tapi pria seperti itu hanya mau menangnya sendiri seperti bekas suamiku yang pertama”, sambungnya. Sesampai di kamar aku duduk termenung oleh pikiran pekerjaan diatas ranjang Iswani yang lebih dekat dengan pintu kamar dibanding ranjangku.




















