“Saya memang masih sendiri kok, masih setia menantimu di ups….”, saya tidak mampu menyelesaikan kalimat, keburu sebuah cubitan mendarat di pinggangku. Bokep Japan Hhmm….menikah? Kurasakan tangan Revy lembut menepis tanganku yang telah menggenggam latex pengaman. Lalu saya harus bagaimana? Kami berpelukan erat, sepertinya tidak akan pernah bertemu lagi. Kami hanya bergoyang lembut, mengikuti kata hati semata. Saya hanya terdiam sambil menebak-nebak apa yang dimaksud Revy dari perkataan yang diucapkannya, saat Revy meneruskannya kembali, “Ryo, I have life now. “Kamu sahabat saya Rev, dan saya tidak mau ada sesuatu pun yang mengacaukan kebahagiaan hidup kamu, apalagi oleh hal-hal yang disebabkan oleh saya”, lanjutku lagi, “I’ll do anything to make you happy Rev, you can depend on me, as always…”.Jalanan kota Jakarta masih lengang, ketika kubelokkan




















