Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yg penuh gelora itu. Bokep Tante Aq masih mematung. Aq masih ingat sepatunya tadi di angkot. Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
“Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Aq lupa kelamaan menghitung kancing. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Langkahku semangat lagi. Tapi ia dingin sekali. Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.“Ya sekarang Sayang..!” katanya.“Halo..?” katanya sedikit terengah.




















