Pelan-pelan ia bangkit dari duduknya, lalu berenang pelan ke atas seperti kura-kura. Bokep India Pecah, membebaskan udara yang ada di dalamnya. “Ahhh, betapa aku mencintamu, dengan sepenuh jiwa ragaku, sepenuh hatiku, aku rela mengorbankan jiwa ragaku untukmu, Nirahai!”
Dara itu memejamkan matanya, kembali menarik napas dan membelaikan pipinya di dagu Han Han yang menunduk, sikap yang amat manja bagi Han Han, mengingatkan ia akan sikap seekor kucing yang minta dibelai. Mungkin dia akan melakukan apa saja yang kaukehendaki. Han Han duduk bersandar batu hitam yang dulu sering kali dijadikan tempat duduk Koai-lojin di waktu “memancing”. Kali ini si Han Han sudah mulai mengawali langkah pertama! Adikmu itu, adik angkatmu itu, dia pun mencintamu, Han Han. Mudah-mudahan begitu, bisik hati Han Han.




















