Tak jarang sambil menunggu teman-temannya, Fitria menemaniku di ruang kerjaku ketika aku menyelesaikan tugas-tugas di komputer. Bokeb Fitria secara reflek menepis tanganku.. Aku terus mengulum bibirnya…, sehingga akhirnya dengan napas memburu yang tak kusangka-sangka dia mulai membalas ciuman bibirku dengan hisapan dan jilatan yang penuh nafsu dengan mata tetap terpejam. Olehku Fitri tidak diberitahu karena aku yakin Fitriapun tahu bahwa temannya telah datang tapi dia membiarkannya sambil memberikan tanda padaku untuk tidak bersuara. Kisah ini dimulai pada tahun 1998 antara aku dan rekan kerjaku yang berjilbab lebar yang akhirnya tanpa dapat kami tolak menjadi sepasang kekasih yang terlarang. dan tak pantas. Dan pada saat seperti ini, nampaknya keinginanku seperti diberi jalan. “Awas ya… kutunggu komentarmu..”
Keesokkan harinya, setelah jam pulang dengan tergesa-gesa Fitria menghampiriku




















