Kak
Tina tampak kepanasan. Siang
itu aku pulang cepat dari sekolah, karena guru sedang rapat. Bokep China Aku ketagihan. Kamu masih kecil dan polos”, Katanya. Benda lembut sebesar apel itu terasa lebih
hangat. Suatu rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Akupun makan. Untung sisanya telah mengering. Seeerrr, darahku semakin berdesir. Kejantananku menekan kemaluannya, tergadang kugosok-gosokkan. Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Tangan Kak Tina yang kanan mencengkeram pahaku. Lalu berkata, “Baiklah. Mengeluarkan sapi dan menambatkannya di kebun
belakang rumah, lalu kemudian mengisi bak mandi. Saat tangannya beralih meremas
payudaranya, terbukalah kewanitaannya. Otakku sudah tak mampu
lagi membaca. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Aku tersipu malu. Aku segera
pulang. Kurasakan detakan jantung Kak Tina kencang, seirama dengan detak
jantungku.




















