“Biasanya si tamu itu marah-marah karena menganggap pelayananan kami sangat lambat. Bokepindo Tahun pertama ia bekerja di sebuah pabrik sepatu. Masih menurut penuturan Hera, beberapa tamu pernah mengajaknya “kencan” secara terang-terangan dengan menawarkan sejumlah uang jika ia bersedia “melayani” si tamu.“Yang ngajak kencan sih banyak. “Pernah juga ada tamu yang mencolek bokong gue, dan berkata: “Aduh, montok banget. Lambat laun ia mulai menikmati bahkan kadang ikut larut dalam hingar-bingar para clubbers yang bergoyang mengikuti hentakkan musik progressive.Bagi Hera, bekerja di sebuah klub memiliki keistimewaan tersendiri. Biarin deh, asal mereka enggak nyenggol gue aja,” katanya dengan nada cuek.Bagimanapun pahitnya profesi yang ia jalani saat ini, Hera tetap bergeming.




















