Sudah pagi”, Guncangan di bahuku membuat aku terbangun.Memang aku harus bangun pagi. Celana seragamku aku rendam di kamar mandi.Aku menuju dapur, lalu makan bersama Kak Tina. Bokep Ojol Aku menikmati saja. Lalu hidungnya mencium tangannya, aku agak heran. Dengan segera Bu Rochim membawanya ke dokter. Kelihatannya bagus. Untung sisanya telah mengering. Aku ngompol? Seerr, darahku semakin berdesir. Dia suka membaca. Aku semakin berani. Aku tersipu malu. Mukanya yang sedikit hitam bertambah gelap. “Iya Kak”, Jawabku pasrah. “Ya, Kak.., Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Tanpa apa-apa. Benda lembut sebesar apel itu terasa lebih hangat.Kejantananku menegang. Tapi Kak Tina tak pernah mengajakku membaca bersama lagi. Aku terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan ludah. Suatu sensasi yang aneh.




















