Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Bokeb Aku menyampaikan keluhanku padanya dengan cara yang halus tanpa menyinggung perasaannya. Sibuknya Yuni dalam mengurus rumah tangga dan merawat anak-anak kami, membuat Yuni lalai dalam merawat dirinya. Saat sedang menyantap sarapan, Rosa keluar dari kamar menuruni anak tangga, tampilannya sangat cantik, seksi dan wangi.”Berangkat dulu ya pa, Farhan jangan nakal ya, mbok jaga rumah baik-baik !!” sambil menciumku ia beranjak menuju mobil meninggalkan bekas lipstick di pipiku. Tidak seperti Yuni yang lusuh dan bau minyak. Selalu membanding-bandingkanmu dengan wanita lain. Bahkan ketika kami sekeluarga menginap di rumah Bimo, Rosa selalu tampil cantik di rumah.“Kamu beruntung Di punya istri Yuni, seorang ibu yang pinter mendidik anak, telaten melayanimu dan bisa setiap saat bertemu denganmu,




















