Sambil tetap menjilati leher dan telinganya, aku berbisik “enak Vin?” dia mengangguk lemah. Bokep Jepang Aku juga masih mau lagi kok” ujarnya. Ketika dia mulai terlihat sangat terangsang, aku sengaja mendehem dan langsung membuka pintu kamar. Dia tampak agak terkejut, namun sambil menatapku, dia tetap menahan kontolku dalam mulutnya. “aku belum puas lho, Vina ku sayang” bisikku di telinganya. “mau bantu aku gak?”tanyanya. Dia tetap memejamkan mata, dari leher, hisapan dan gigitanku mulai ku padukan dengan jilatan pelan menyusuri dagunya, akhirnya kucium bibirnya. Ntar malah brisik, gak konsen” jawabnya. “makasih ya sayang”kataku sambil mencium keningnya.Ternyata malam tahun baru itu, kedua teman kostku memutuskan untuk tidak kembali ke kost. Dia tersenyum, “iya, aku tahu.




















