“Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Vidio Sex Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Namun aku sama sekali tak mengerti dgn apa yg d ibisikkannya. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Namun sebelumnya dia memberitahu kalo aku harus membalasnya dgn cara-cara yg tak pantas untuk disebutkan. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi




















