Aku berusaha agar kedatanganku tidak mengagetkannya. “Hangat…licin…ya…?” ungkapnya sambil malu-malu. Bokeb “Aaah…Len…enaaaak….bangeet…!” aku merintih nikmat. “Anunya bangun ya kak…?” tanya Marlena heran. Aku sungguh beruntung dengan keadaan di rumah itu sore itu yang telah memberiku kesempatan untuk mendekati Marlena gadis kecil yang cantik. “Iya…..boleh…” ungkapnya. Marlena pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang sudah basah oleh cairan memek Marlena tadi. Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. Pelan-pelan kugesek-gesekkan batang kontolku itu di belahan memek Marlena. Aku pun menatap Marlena sambil melihat reaksinya setelah melihat tingkahku padanya itu. Dan dia menjadi awal dari semua nafsu seks masa puber yang bergejolak.




















