Terkejut oleh ucapannya yg panjang dan mengagetkan aku hanya mengucapkan “Terima kasih banyak, Mbak”. Bokep Tante “Sudah Zainal, ayo kembali ke kamar!”, ajaknya. Bagian-bagian yg telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yg berhubung-hubungan satu sama lainnya. Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. “Uhh.. “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. “Kamu jangan macam-macam, Zainal!”, ancamnya padaku yg lagi menikmati rokok. Aku suka pemuda seperti itu, cuman terkadang cuekmu sangat keterlaluan. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu.




















