Kulihat wajahnya begitu sange menikmati kontolnya yang sedang kumainkan. “kamu duduk disini dulu ya, aku mau pinjam kamar dulu dama Teguh” lanjut pacarku. Bokeb Sebenarnya wajahku gak cantik-cantik amat, banyak yang mengira aku keturunan Arab. “Gakpapa, cuma nyaman ajah kalo untuk bercinta.” kataku. Pacarku kemudian menemui Teguh yang berada di kursi dalam, mereka berbisik-bisik dan terlihat Teguh menganggukan kepalanya sambil melihat kearahku. Kamarnya beraroma wangi. Kutarik tangan pacarku sambil menangis memohon pertolongan. “Tahan sebentar, nanti lama-lama gak sakit kog” kata Teguh sambil terus menyodok. “Sayangku, ternyata memekmu sudah basah, kamu sudah bernafsu ya?” tanyanya sambil mengelu-elus memekku. “Aaargghhh enak sayang…aaahhh…” desahnya. “Ini kamar siapa sayang?” tanyaku sambil duduk di kasur. Aku gak bisa bergerak karena eratnya pelukan Teguh.




















