Kedua tangannya meraih dadaku, mulut hangat menyelusur gunungku, perlahan-lahan bergeser ke bawah, semakin ke bawah gerakkannya semakin liar. Bokepindo Sekali lagi Pak Hamid mengajukan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulang kejadian itu. Pak Hamid mendekati dan dengan lembut ia membisikkan kata permintaan maaf. Ternyata dengan tulus dia masih bisa menahan syahwatnya. Aku tetap menangis sambil menutup muka dengan kedua tanganku. Kedua tangannya meraih dadaku, mulut hangat menyelusur gunungku, perlahan-lahan bergeser ke bawah, semakin ke bawah gerakkannya semakin liar. Dok, saya tidak mempunyai keluhan. Tangan kekar itu akhirnya membopongku dan meletakkan di atas meja kayu. Aku tetap menangis sambil menutup muka dengan kedua tanganku.




















