Emangnya kagak ada cewek yang gedean dikit?” begitulah komentar mereka.Aku tidak memberi reaksi banyak, paling tidak hanya tersenyum sambil menunjukkan kepalan tanganku dengan posisi jari telunjuk ke atas sambil berkata kepada mereka, “Fuck you, man!”Aku memanggilnya dengan Meis dan dia memanggilku dengan Mas Adit. Malam Minggu, kami duduk berdampingan di kursi, kulingkarkan tangan kiriku kepundaknya, dia merebahkan kepalanya ke dadaku.Kuraba dengan lembut pipinya dan berkata, “Meis..”“Hmm.. Bokeb Tanganku menyentuh dan mengusap susunya yang putih, montok dihiasi puting kecil merah muda.“Mas Adit..” desahnya lembut.“Apa Meis..?” jawabku berbisik.“Mas Adit kan sayang sama Meis..” katanya lagi sambil memandang serta membelai pipiku, menyentuh bibirku dengan jarinya.“Iyaa..




















