“Besok siang istriku pulang.” ujar Andi sambil membelai-belai kepalaku. “Aku gak pernah kasar sama kamu kan, Lin? Bokep SMA “Mas, Lina pengen digenjot tiap hari sama kontol mas yang gede itu…” entah siapa yang mengajari aku mengucapkan kata-kata seperti itu, tapi tiap kali aku mengucapkannya, aku menjadi semakin nikmat. Dia menciumi pipiku denga lembut, terus menjilati leher dan telingaku. Entah aku harus menyesal atau malah bersyukur karena dulu dia nekat ’memperkosaku’. Tetapi niat untuk memuaskan diriku sendiri kuurungkan. Rasanya hangat dan geli. Sementara tangannya meremas-remas dan memainkan payudaraku. Yang lengkap dong kalo jawab!”
“K-kontol mas Andi, e-enak.” aku merasa sangat nakal sekali mengucapkan kalimat itu, dan aku tak tahu apa maksud Andi menyuruhku mengatakan itu.




















