Agar kejadian kemarin terulang. Link Bokep Lho, salon kan tempat umum. Suara itu lagi. Betul-betul keras. Ia tersenyum ramah. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Sudahlah. Bodoh, bodoh, bodoh. Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Ke bawah lagi: Turun. Aku lupa kelamaan menghitung kancing. Yes. Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Aku memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar.




















