Dengan mengendap-endap kami berpisah. Aku dengar, ibunya mau mengantar pulang rantang dan piring bekas makan. Bokep China “Ibunya bagaimana?” tanyaku. Mungkin makanan untuk ibunya. Sawah belum di tanami. Nampaknya mereka sangat buru-buru. Saat ibu Gimun mencuci memeknya, aku mendekat. Tapi aku mengatakan, antar aibu dan kasih sayang anak. Ada apa? Akhirnya ibu Gimun diam dan membiarkanku merabai tubuhnya. Aku pun terdiam.Saat aku meancing ikan di tepi sungai, aku mendengar suara dari arah belakangku. Ada apa? Setelah memakai celananya, Tini dengan tenang berjalan di pematang sawah menuju dangau mereka yang terbua dengan ketinggian dua meter. Sama seperti apa yang dilakukan Gimun dan Tini tadi. Gimun berlari ke dangaunya. “Ya sudah. Aku harus mengambil tempat lebih strategis lagi.




















