“Oke … terima kasih mba,” kata Hamidi dan keluar dari mobil.Kesorean harinya sepulang kerja, Hamidi menjemput mba Sal, mereka menuju ke pusat perbelanjaan yg di dalamnya ada bioskopnya. Mba Sal awalnya tampak normal biasa saja, tetapi lama-kelamaan Hamidi bisa merasakan gelombang napas mba Sal yang semakin berat dan cepat di dada wanita itu. Bokeb Dia mulai menggerakkan tangannya hingga telapak tangannya sudah berada di atas paha mba Sal. Itu membuat Hamidi merasa lebih berani meraba area sensitif mba Sal. “Mba… Andai mbak masih prawan atau sudah janda… Saya orang pertama yang ingin…” Hamidi belum selesai berkata. “Oke … tapi janji jangan bilang siapa pun. Rasanya begitu padat terbungkus rok panjang yang halus. “Oke … terima kasih mba,” kata Hamidi dan keluar dari mobil.Kesorean




















