Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Sial. Bokep Mom Kesempatan tidak akan datang dua kali. Bodoh, bodoh, bodoh. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Aku mengikutinya. Wanita muda itu mengikuti di belakang. Benarkan kesempatan itu lewat. Ia memulai pijitan. Masih melongo.“Itu jendelanya dirapetin dikit..,” katanya lagi.“Ini..?” kataku.“Ya itu.”Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas ranjang yang putih. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Ia tersenyum. Aku tertipu. Ia tersenyum ramah. Ah bodoh. Bayar arisan. Lalu pindah ke pangkal paha.




















