Tapi aku diam tidak bisa menjawab. Bokep Asia Berani nggak?” tambah temannya sambil melambaikan tangannya ke arahku.Aku tertegun sejenak sambil menatap bengong ke arah mereka. Saya lagi tidak bawa uang banyak..!” seruku, sementara kulihat Pak Dicky manajerku, berjalan menghampiriku. Apa? Aku harus memijat pantat Mas Agus dengan gigiku. Dimana ini? Ah.” desahku sambil terus menggoyangkan pinggulku.Sementara di pojok ruangan, kulihat Lenny sedang berjuang dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari keempat orang yang sedang menggumulinya. Kali ini dengan cepat kuangkat kembali tanganku dari pundaknya.“Mas Agus, maaf Indra ngantuk, mau tidur.” ucapku sambil berlalu.Keesokkan malamnya aku terbangun karena tak kuasa menahan rasa untuk buang air kecil. “Baik.. Kuletakkan kembali kursi kembali ke tempatnya. Tolong saya Pak..!” jeritku sambil menyapukan pandangan mencari manajerku.Betapa terkejutnya aku saat




















