“Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Bokep Asia Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Katanya mau jadi isteri shalihah? Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah.




















