Tante Ani pun jugasama. Aku kecewa sekali,dan wajahkekecewaanku terbaca jelas oleh tante Ani.Sewaktu aku akan melepas celana dalamkudengan malu-malu,tiba-tiba tante Animencegahnya.“Tunggu Bernas. Bokep Tante Coba buktikan kalo hokinya juga hebat.”sindir tante Ani sambil tersenyum.Setelah menegak habis wine yang ada digelasnya,tante Ani kemudian beranjak daritempat duduknya menuju ke dapur dengankeadaan dada setengah terlanjang. Menurut cerita ibu tiriku,
urusanperceraiannya sangatlah rumit, berbelit-belit, danmemakan waktu berbulan-bulan. Belakangan aku baru tau bahwabingkisan itu adalah pemberian dari kolegabisnisnya. Aku mendekatkan wajahku ke wajahtante Ani,dan bibir kami saling berciuman. Mungkin jugatidak ada pointnya buat tante Ani menanyakanthe ‘Truth’ tentang diriku,karena kehidupankuterlihat lurus-lurus saja menurutnya.Ini adalah juga kesempatan untuk menggali the‘Truth’ tentang kehidupan pribadinya. Ayolepas … ayo lepas …”. Tante Ani memejamkankedua matanya,dan tidak berhenti-hentinyamendesah.




















