Mulai dari ujung lidah sampai akhirnya dengan seluruh lidahku, aku menjilatnya. Musik cerdas yang membuat otakku berpikir setiap mendengarnya.Felicia ternyata bermain sangat aman. Bokeb Membuat telingaku fresh. Aku merasa belum hebat bercinta. “Hi Gladys..” sapaku. “Enak lho..” sambungnya sambil menjilat telingaku. Dia berdiri lagi dan menciumi puting dadaku! “Eh.. From Boy.”, tulisku di kertas request sekaligus menuliskan nomor HP-ku. “Ough.. Penyanyi yang ternyata bernama Felicia itu mulai menyapa pengunjung Cafe. See you soon, sexy..”Aku melanjutkan sebentar percakapan dengan client dan kemudian mengantarkannya ke tempat parkir mobil. Kamu berhasil memuaskanku..”
Pujian yang tulus. Entahlah. Aku hanya berusaha melayani setiap wanita yang bercinta denganku. Malam itu aku dinner dengan clientku di sebuah cafe. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku.“Ups.. Kelebihannya adalah lesung pipitnya.




















