Dibukanya pintu utama dan kulihat ruangan apartemannya yang bersih dan rapi. Karena aku tak kuat minuman alkohol, jadi kupesan coca-cola. Bokep Montok “Ayo jilat, bersihkan kakiku!” bentaknya. Kujawab, “Gila ya apa kamu. Dia tak menolaknya dan malah mencium balik pipiku. Teman-temanku sudah mempunyai pasangannya masing-masing, hanya aku saja yang sendiri. Direndahkan mekinya sehingga memudahkanku untuk melakakukannya. Oh iya, aku punya kejutan lho buat kamu. Mungkin kamu terlalu milih kali”. Aku hanya tersenyum. Ia lalu meminta kedua tanganku diletakkan dibelakang dan diikatnya dengan seutas tali yang cukup panjang. Kuminta padanya untuk melepaskan ikatan-ikatan ini karena aku mau pulang.




















