Hampit satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini.Tidak semua gaya bisa ku praktekkan di kamar itu Aku belum berpengalaman ! Bokep Family ” pintakuLagi-lagi dia tersenyum ” Baik Yulia ” katanya Kami saling memandang, kami masih berdiri berhadapan di depan jendela kamar hotel itu Kami saling tatap, tak sepatahpun ada kata-kata yang keluar Jantungku semakin berdebar keras, logikaku mati total, dan perasaanku semakin tak karuan, bercampur antara bahagia, haru, nikmat, romantis, takut, ah… macam-macamlah!!!Tiba-tiba saja, entah karena apa, kami secara berbarengan saling merangkul, memeluk erat-erat Ku benamkan kepalaku di dada Ronald, semakin erat aku dipeluknya Kedua lenganku melingkar dipinggangnya Kami masih diam membisu Tak lama kemudian aku menangis tanpa diketahui Ronald, air mataku




















