“..mbak juga nyesel..”
” tapi kalo boleh jujur..maaf yaaa mbak..”
“Apa den..ngomong aja..”Jawabnya penasaran. Vidio Porno Aku menatapnya lekat-lekat, pandanganku menelusuri seluruh tubuhnya, semacam ingin menelannya nasib2. Dirinya makin terbuai oleh rangsangan dariku. “Jangan Den..” Jawabnya, tapi kalimat itu terpotong. Sesekali aku menatapnya, dirinya menyadari tengah diperhatikan olehku. Untuk kebutuhan bersih-bersih rumah serta mencuci pakaian aku mempekerjakan seorang pesuruh harian, mbak Juminten.Wanita ini berumur 44 tahun, hitam manis, tinggi skitar 160 serta tubuhnya sedikit gempal. Sebentar saja dirinya kembali merintih. “Mmm…tapi..tapi itu kan gak mungkin den..”Ujarnya dengan suara pelan. Perutku sangat lapar, aku melangkah keluar kamar. Mbak Juminten tetap duduk bersimpuh di depanku sambil melelehkan air mata.




















