Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 22:00 seharusnya mahasiswa sudah pulang. Jav Sub Indo “Bro, pulang saja dulu, biar aku tunggu di sini…” aku tidak mau merepotkan Mamat yang sudah seperti saudaraku sendiri. “Jangan macam-macam kalau mau selamat…” bisikku di telinganya dengan nada serak. Dini berdiri dengan memegangi perutnya, ia tampak kesakitan, air matanya terus bercucuran, “ampun… jangaann sakittiii saaayyaaaa…” dia memohon padaku. Dini pun dengan sangat terpaksa menuruti perintahku. Merasa sudah aman, Mamat pun menyalakan lampu dan keluar dari kamar untuk menguras harta di kamar pertama. Perasaan curiga ku pun timbul, sifat ibunya Rianti sepertinya tidak senang denganku, padahal tadi pagi Rianti berkata akan menemaniku nonton.




















