Lama kelamaan level cerita kamipun meningkat, aku sudah semakin berani menyampaikan hal yang sekecil-kecilnya tentang apa saja yang masing aku dan suamiku sukai. Bokep JAV ha, ha, ha” ganggu Teo sambil melirik ke aku dan kulihat Rendi semakin malu. Awalnya ketika itu kantorku menjelang tutup buku dan seperti biasanya kesibukan kami di keuangan menjadi luar biasa tingginya sampai-sampai ada beberapa rekanku yang harus pulang kantor menjelang pagi. Dengan tetap berusaha keras mengendalikan hormon wanitaku aku berusaha untuk menghibur Rendi. “O ya, tapi sudah dijemur kan?” tanyaku basa basi. “O ya, tapi sudah dijemur kan?” tanyaku basa basi. Rupanya introduksinya Teo tidak berhenti disitu karena akhirnya kami kembali bersenda gurau yang selanjutnya topikpun beralih serius menjadi diskusi tukar pikiran seputar hal-hal yang sangat pribadi dan




















