Aku duduk di sebelah Aryo, sambil kuelus punggungnya. Tidak berapa lama, perutku terasa sakit. Vidio Sex Ketika itu dia telah berkutat dengan kancing celana jeans-ku. Aryo tidak menghiraukanku. Kami berdua terengah-engah setelah pertandingan itu. Aku mulai membuka kaos yang sedang dipakainya, dan terlihat dadanya yang bidang, kulitnya yang putih bersih. “Lho, kok jadi marah?” tanya DJ. Aku mencium bibirnya yang merah, sekali, ia diam saja.Ketika kucium bibirnya untuk kedua kalinya, Aryo membalas, kaku. “Lho, apa hubungannya dengan saya?” tanya Aryo. Aryo menjawil pinggangku, “Kenapa sih Mas Den?”
Aku hanya tersenyum, “Ah anak kecil mau tau urusan orang dewasa aja!”Tak lama kemudian pintu kamar DJ terbuka, dan terlihat kamarnya yang berantakan.




















