Aku membuka mataku. Bokep indo Sial.Untung Cikampek tidak macet. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka lebar.Sial. Putingnya. Pelan sekali, sikuku bergerak. Sip. Dia mendesis. Si bukit kembar yang kenyal. Sangat pelan. Tak apa. Aku kembali mengelus pahanya. aku merabanya. Semua orang tampaknya sudah terlelap. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang. berdenyut-denyut ga karuan. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.“Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu.




















