Susu buatan Maya itu kucicipi, lalu kuteguk habis, kemudian kembali ngobrol dengan
mereka.Saat itu jam menunjuk angka tujuh malam. Vidio Sex Saya sudah sarapan kok,” jawabku, Ibu itu pun berlalu, setelah sempat
menawarkan menu pada dua wanita muda dihadapanku.“Hm maaf Mas, apa tidak mau coba susu kami?” sebuah suara wanita mengejutkan aku.Hampir saja aku tersedak kopi yang sedang kuseruput dari cangkirnya, sebagian kopi malah tumpah
mengotori lengan bajuku.“Duh maaf, kaget ya Mas. Keduanya langsung duduk dibangku panjang tepat di depanku.“Ini Dik kopi susunya, apa nggak sekalian pesan sarapan Dik?” ibu pemilik warung membawakan pesananku.“Makasih Bu, ini saja cukup.




















