enakan sekarang..” aku hampir ketawa. Bokeb Aku masuk kamar praktekku, dan segera menggelosor di dipan yang tadi kugunakan untuk bercinta dengan Suminem. Wah, aku hampir terlonjak kaget. Tetapi kulihat si Warno sekretarisku menghampiri: “ada pasien satu lagi mbah” bisiknya: “cah wadon (anak perempuan) huayuu banget”. Dalam beberapa menit aku terlelap. Kuremas-remas susunya semakin kencang. aku.. aku terangsang berat. Tangan kananku mengangkat kepalanya yang terkulai, sedangkan tangan kiriku terus mengocok batanganku.Mata si Suminem membuka malas, melihat senjataku bergelantung di depan wajahnya. Aku menghela napas. Dengan lagak kebapakan aku menyilahkannya masuk, diiringi sorot mata nakal si Warno yang seperti akan menelan bulat-bulat si gadis itu.




















