Satu jam lebih aku tunggu Tia di Teras bungalow, tp belum nongol-nomgol juga. Wajah Evi langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. Bokep Sub Indo Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi. Kuraih tangannya, sekali lagi Evi tersentak namun tidak berontak. Evi cemburu!!! Ada apakah ini, Tuhan?Hari itu hujan cukup deras mengguyur kota Cirebon, hingga akhirnya di kantor hanya tersisa aku, Evi dan satu teman lagi. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Rudi menatap curiga ke arah kami yang mungkin masih terlihat tidak siap dan kacau.Setelah makan malam selesai, acara selanjutnya dimulai.




















