Karena harus bernafas, saya tak memiliki pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Bokeb Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah berair di antara pahanya. Mbak Lia kurang lebih gres 2 ahad bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Kaki itu kini diangkat dan tertekuk di kursinya. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga saya berusaha untuk mengintip ujung pahanya.Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Mbak Lia terpekik. Hmm..!”“Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku merangkak ke kolong mejanya.




















